Sabtu, 24 April 2010
BEKERJA DENGAN BENAR
Di rumah, saya memiliki usaha kecil, Karyawan saya saya hanya satu. Bila ada kesempatan, saya berbincang dengan dia. Selalu saya tekankan bahwa orang bekerja itu harus memiliki 3 hal yang di tanamkan dalam pikiran dan hati yaitu jujur, rajin dan setia. Dan puji Tuhan sudah lebih dari 4 tahun dia bekerja ditemapat saya dengan jujur rajin dan setia. Banyak hal yang mulai saya percayakan kepadanya.
Di sisi lain, saya pun adalah seorang karyawan. Saya bekerja pada orang lain. Tiga hal yang sama saya terapkan pada diri saya sendiri. Dan saya pun melihat ada banyak hal yang mulai dipercayakan pimpinanan kepada saya.
Saudara, entah apakah kita seorang bekerja pada orang lain, bekerja sendiri pun prinsip melayani dengan jujur, rajin dan setia suadah sepatutnya kita tanamkan di dalam diri kita masing-masing. Meski kita tidak bekerja, kita sebagai kepala keluarga harus bisa menolong keluarga kita dengan menjadi seorang pemimpin yang bijaksana dan penuh kasih kepada keluarga, dan sebagai istri bisa menolong suami dan anak-anak yang sudah bekerja dengan cara mengingatkan pada mereka untuk tetap jujur, setia dan rajin dalam menjalankan pekerjaan mereka.
Paulus mengingatkan kepada kita untuk bekerja tidak hanya menyenangkan hati majikan atau pimpinan kita saja. Kita tidak hanya jujur, setia dan rajin kepada pimpinan saja. Ketiga hal itu kita lakukan karena kita takut kepada Tuhan. Kita melakukan itu karena kita bekerja untuk Tuhan, buskn untuk manusia belaka.
Bila kita melakukan pekerjaan kita seperti kita melakukannya untuk Tuhan, maka banyak bagian besar yang dipersiapkan Tuhan bagi kita. Akan ada balasan bagi norang yang berbuat baik. Nah, jika bekerja dengan jujur, setia dan rajin, masakan Tuhan akan menutup mata bagi kita. A M I N
Kamis, 11 Februari 2010
KELUARGA YANG KUDUS
Kekudusan keluarga Yakub dihadapan Allah berarti bahwa keluarga Yakub haruslah mengikuti semua perintah Allahbaik bersifat ritual (upacara-upacara korba dsb) maupun yang bersifat moral (memiliki karakter Allah). Pada pasal 19 dalam Imamat, perintah Tuahan bagi keluarga Yakub agar menjadi Kudus, lebih bersifat moral daripada ritual. Keluarga Yakub dituntut untuk meyenangi ayah dan ibunya (ay. 3), menjauhi penyembahan berhaa (ay. 4),memperhatikan orang miskin dan orang asing (ay. 9-10,13), bersikap adil dalam peradilan (ay. 15), serta perintah-perintah lain yang bersifat moral. Tuhan tidak berkanan jika umat-Nya hanya memperhatikan aspek ritualnya saja dalam menjaga kekudusan sebagai umat pilihan-Nya. Orang Farisi dan ahli-ahli taurat di zaman Tuhan Yesus gagal dalm memiliki karakter Allah, dan terjebak dalam kekudusan yang bersifat ritual saja.
Ada hal yang menarik perlu kita perhatikan berhubungan dengan kekudusan suatu keluarga kristen. Dalam I kor. 7:14, ditegaskan bahwa seorang suami dapat menguduskan istrinya yang tidak beriman, dan sebaliknya. bahkan, jika mereka mempunyai anak, maka anak-anak mereka adalah anak yang kudus. Disini kita lihat suatu prinsip dalam keluarga, bahwa suami maupun istri sekalipun tidak beriman, namun ia dikhususkan oleh pasangannya. Dan karena pasangannya Kudus, maka suami atau istri yang tidak beriman itu jaga menjadi kudus. Jika prinsip ini dipahami dengan baik, maka wajarlah jika suami atau istri yang beriman itu dapat dengan mudah menyelamatkan pasangannya dan membawanya mengikut Tuhan.
Sangat ganjil, jika suami istri hidup bersama selama puluhan tahun, namun salah satu dari mereka tetap tidak beriman. Semoga keganjilan ini tidak terjadi dalm kelurga-keluarga kristen.
Minggu, 07 Februari 2010
BERKAT TERTINGGI
Kisah Para Rasul mencatat bahwa karena memperoleh koinonoia, jemaat mula-mula tetap bersatu dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Ini adalah berkat yang luar biasa yang Tuhan curahkan kepada umat_Nya yaitu kesatuan. Tetapi lambat laun kedagingan manusia menyusup ke dalam sehingga berkat kesatuan ini hancur. Kita semua menyadari bagaimana saat ini kondisi umat Tuhan yang terpecah belah.
Yang menarik dari ayat di atas adalah persekutuan ini adalah persekutuan dengan Bapa dengan Anak-Nya. Bapa dengan Anak adalah sesuatu yang berhubungan dengan keluarga. Jadi koinonia itu adalah sesuatu yang seharusnya ada didalam keluarga. Apabila keluarga Kristen memperoleh koinonia sesungguhnya maka keluarga itu adalah satu. Ini sesungguhnya adalah berkat tertinggi yang mungkin dipertoleh dalam satu keluarga.
Kebanyakan keluarga kristen tidak mengejar berkat kesatuan ini. Salah satu sebabnya adalah banyak keluarga tidak menyadari bahwa sesungguhnya Allah adalah keluarga, dan bahwa Allah adalah satu. Allah ingin mengekspresikan diri-Nya dalm keluarga-keluarga di muka bumi ini. Inilah alasan utama Allah menciptakan keluarga dimuka bumi ini. Jika kita sebagai keluarga kristen dapat melihat perkara ini dengan jelas, maka kita akan sungguh-sungguh mengejar berkat kesatuan ini.
Tetapi kesatuan keluarga ini tidak mudah dicapai, karena kesatuan yang dimaksud disini adalah kesatuan yang ada pada Bapa, Anak dan roh Kudus. Kesatuan ini adalah satu dalam pikiran, perasan dan kehendak. anak-anak bukan saja memberontak nterhadap orang tua tetapi mereka mempunyai pikiran, perasaan dan keinginan yang sama dengan orang tua. Istri bukan mengalah dan memahtakan keinginannya sendiri agar dapat tunduk kepada suami, tetapi istri juga mempunyai keinginan yang sama dengan suaminya. Kesatuan didalam kristus seperti ini dapat dicapai walaupun tidak mudah. Karena kesatuan keluarga adalah berkat, bahkan kita pervaya bahwa ini adalah berkat tertinggi yang dicurahkan Tuhan bagi umat pilihan-Nya. Semoga kita mengejar berkat ini dengan penuh semangat dan sepenuh hati.
Dikutip dari: http://www.yhs.net/i/
Oleh: pethelmaxy@yahoo.co.id
Senin, 25 Januari 2010
TUTUR KATA
Saudara yang terkasih, dalam berbicara ada hal yang patut direnungkan yaitu:
* Harus mengontrol emosi. Sekalipun emosi kita telah terpancing oleh perkataan orang lain, diusahkan agar kita tetap mengontrol/menguasai diri agar emosi itu tidak meledak. Meledaknya emosi orang itu akan membuat dia kehilangan berkat sebagai saksi Kristus yang seharusnya penuh dengan kesabaran dan kelemah lembutan.
* Jangan sok menggurui. Menggurui artinya memberikan pegajaran kepada orng yang lebih tahu dari kita. Sebaiknya kita harus mengintropeksi diri lebih dahulu sebelum mengajar, mengarahkan orang lain sebab alkitab mengatakan "awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu" I Tim. 4:16 . Sekalipun kita pintar berkata-kata tetapi bila perbuatan kita tidak konsisten dengan perkataan itu percuma.
"Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkan pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engaku akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akn dihukum". AMIN.
Senin, 18 Januari 2010
KESEPIAN
Mazmur 130 : 1 - 8
Adakah diantara kita yang hidup di dunia ini tidak pernah merakan kesepian? Sekalipun banyak orang disekitar kita, namun masih tetap saja merasakn kesepian didalam hidup ini.
Billy Graham berkata " Bersama Yesus kita tidak akan pernah merasa sepi, walaupun kita sedang sendirian. Damai sejahtera-Nya membuat kita merasa diperhatikan dan hidup dalam kedamaian". Bagi orang-orang yang tidak pernah merasakan kehadiran Allah dalam hidup mereka, maka kesepian selalu mewarnai hidup mereka.
Raja Salomo yang terkenal begitu bijak dan tegar, pernah mengalami kesepian. Kalau kita membaca dalm Maz. 130, disana dilukiskan bagaimana Salomo dilanda kesepian yang berat. Dari jurang yang dalam, ia berseru kepada Tuhan, "Jiwaku mengharapkan Tuhan dari para pengawal mengharapkan pagi..." Maz 130:6. Betapa beratnya jika kesepian itu melanda kehidupan, tetapi dengan penuh pengharapan raja Salomo berkeyakinan Allah Israel yang dia sembah sanggup menyembukan rasa sepi yang tak terkendali. Kesepian tidak selamanya merupakan hal yang tidak menyenangkan. Kesepian dapat berupa "pemberian" Tuhan dan merupakan magnet yang kuat untuk menarik kiya mendekat dan melekat dengan Tuhan. Apabila kita merasakan kesepian, datanglah kepada Tuhan, Ia akan memberikan penghiburan. Didalam Tuhan, segala kesepian dapat di atasi. AMIN.
" DI DALAM TUHAN ADA PENGHIBURAN SEJATI "
Jumat, 15 Januari 2010
BERKAT WAKTU TIDUR
Kamis, 14 Januari 2010
GUNAKANLAH KARUNIA TUHAN
(Roma 12:1-10)Sebagai orang Kristen yang telah ditebus dari dosa dan hidup dalam keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus, kita pasti telah menerima karunia yang luar biasa. Karunia yang diterima tidak selalu sama dengan orang lain. Tetpi karunia yang kita terima dari Allah harus digunakan sebaik mungkin. Karena memberikan karunia kepada kita untuk membangun Umat. Menjadi manusia yang penuh karunia Allah merupakan sesuatu hal yang Uni, karena disitulah kita akan mengerti tentang semua hal yang tidak pernah kita sangkah, bahwa Allah memberikan suatu perlengkapan dari tempat yang maha tinggi.
Allah mengasihi kita umat-Nya bukan hanya menyelamatkan kita saja tetapio memberikan kepada kita talenta yang sangat bermanfaat bagi kita dan bagi orang lain yang seiman dengan kita demi kemualian Tuhan. Bila kita menyadari hal ini, maka kita sebenarnya harus mengucap syukur, atas karunia yang diberikan Allah buakn untuk membuat kita sombong karena memiliki kelebihan di bandinding orang lain, namun seharusnya membuat kita semakin rendah hati di hadapan Allah dan sesama kita.
Saudara jangan kita menganggap remeh karunia Allah. Belajarlah menghargai seluruh pemberian Tuhan. allah memberikan karunia/ talenta, agar kita peergunakan dengan hormat dan untuk kemulian nama Tuhan. Apabilah kita punya talenta untuk bernyanyi, lakukanlah itu dengan baik, apadila kita mempunyai talenta untuk menasehati, lakukanlah dengan baik.
( Pakailah Talenta yang Diberikan Tuhan untuk Kemulian-Nya )